PEMBERIAN HATI AYAM PADA HEWAN PELIHARAAN (ANJING DAN KUCING)

Artikel ini saya tulis dengan menggunakan bahasa yang saya sederhanakan agar lebih mudah dipahami oleh pembaca pada umumnya. penulisan artikel ini karena terinspirasi pertanyaan Pak Martin yang merupakan peternak ayam broiler sekaligus pemilik anjing Rottweiler. Pak Martin saat itu bertanya, "apakah aman jika hati ayam diberikan pada anjingnya? Apakah dapat merusak Ginjal?"

Pada umumnya hati mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi. Mengkonsumsi hati dapat menghindari anemia dan membantu secara cepat jika kekurangan atau kehilangan darah. Hati ayam juga membantu sistem kekebalan tubuh, karena kandungan protein dan mineralnya tinggi. Karena kaya akan zat besi, folate dan vitamin B12, hati ayam sangat mudah diserap dan membuat butir darah merah. Maka hati sangat baik untuk mencegah anemia serta memulihkan kekurangan darah setelah operasi. Selain itu hati ayam kaya akan zinc (seng) yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan mempertahankan kekebalan tubuh, maka baik untuk menambah nafsu makan bagi hewan terutama bagi hewan  yang sudah tua ataupun yang sedang  sakit. 

Dalam 100 gram hati mengandung berbagai zat yang penting bagi anjig/kucing seperti : 
Air, 73.59 g ,Energi, 125 kcal , Protein, 17.97 g , Total Lemak, 3.86 g , Karbohidrat, 3.42 g , Serat, 0 g , Ampas, 1.17 g, Kalsium 11 mg Besi 8.56 mg,Magnesium 20 mg , Phosphor 272 mg, Potassium 228 mg , Sodium 79 mg, Seng 3.07 mg, Tembaga 0.395 mg, Mangan 0.258 mg , Selenium 64.1 mcg, Vitamin C 33.8 mg, Thiamin 0.138 mg , Riboflavin 1.963 mg, Niacin 9.25 mg , Asam Pantothenic 9.25 mg, Vitamin B-6 0.76 mg , Folate 738 mcg, Vitamin B-12 22.98 mcg, Vitamin A, 20549 IU, Vitamin A, RE, 6165 mcg_RE, Vitamin E, 1.44 mg_ATE.

Sehingga pada asalnya hati adalah makan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan anjing/kucing. Namun ada juga hati ayam yang tidak aman jika diberikan sebagai makanan anjing/kucing. Nah, hati yang seperti apakah itu? Untuk menjaawabnya maka kita perlu sedikit membahas fungsi hati bagi tubuh makhluk hidup itu sendiri.

Mungkin bagi sebagian dari kita sudah mengetahui bahwa pada tubuh baik manusia mauoun hewan, hati atau dalam bahasa latinnya disebut hepar mempunyai banyak fungsi dan salah satunya adalah tempat detoksifikasi racun. Artinya, jika ada zat yang dinggap racun oleh tubuh, maka zat itu akan dibawa ke hati untuk dinetralisir sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan individu tersebut. Nah, pada dasarnya, seluruh obat-obatan yang sintetik adalah racun bagi tubuh sehingga kita sering mendengar kejadian overdosis yang artinya konsumsi obat yang melebihi dosisnya sehingga tubuh mengalami keracunan. Oleh karena itu sering kita lihat orang yang mengalami kerusakan pada hatinya sering sekali mengalami gejala keracunan jika tidak menjaga makanan yang masuk ke perutnya. Nah, karena pada dasarnya obat-obatan itu merupakan racun (namun pada dosis minimal sehingga tidak menimbulkan efek keracunan),  sehingga obat-obatan yang masuk ke tubuh kemudian di bawa ke hati untuk dinetralisis atau di detoksifikasi. 

Berdasarkan fungsi hati yang sudah saya sedikit jelaskan di atas, maka apa jadinya kalo hati ayam "TIDAK SEHAT" yang kita berikan pada hewan peliharaan kita ( masih mengandung banyak obat-obatan seperti antibiotik). Tentunya akan timbul efek negatif  seperti teratogenic effect, carcinogenic effect, mutagenic effect dan resisten atau kebal terhadap antibiotik sendiri. Antibiotik itu juga bisa menimbulkan alergi seperti menimbulkan bintik-bintik dan gatal-gatal pada kulit.

Selain itu, pemberian hati yang "TIDAK SEHAT" itu juga dapat menyebabkan ginjal bekerja dengan sangat keras menyaring zat-zat yang tidak diperlukan tubuh sehingga individu/ hewan menjadi rawan mengalami gangguan ginjal. Ada juga yang berpendapat bahwa kandungan protein pada hati ayam sangat tinggi karena dapat merusak Ginjal. Namun hal ini tidak sepenuhnya benar karena  jika melihat kandungan protein pada hati yang hanya 17,97 gram / 100 gram (17,97%), tidak terlalu tinggi untuk kebutuhan protein seekor anjing. Rata-rata kebutuhan protein pada anjing yang hidup diiklim tropis seperti Indonesia berkisar antara 20-25 %.

Sebagai penutup, dapat kita simpulkan bahwa, hati memiliki nilai nutrisi yang tinggi yang dibutuhkan oleh anjing/ kucing, namun jika hati yang kita berikan adalah hati yang "TIDAK SEHAT" maka justru akan menimbulkan efek negatif bagi kesehatan anjing/kucing kita. Hal ini mungkin tidak akan langsung muncul efeknya namun pada jangka panjang akan terasa. Jika anda ingin memberikan hati sebagai makanan anjing/ kucing, pastikan hati yang anda berikan adalah hati yang sehat, yang tidak teracuni oleh zat-zat berbahaya. Mungkin anda dapat memilih memberikan hati hewan-hewan yang dipelihara secara organik.

semoga bermanfaat....

Beberapa istilah yang perlu penjelasan :
  • Teratogenic effect adalah kandungan antibiotik bisa menyebabkan efek buruk untuk ibu yang mengandung, terutama untuk janinnya. Ibu yang mengandung bisa mengalami keguguran atau bayi yang dilahirkan cacat.
  • Carcinogenic effect adalah antibiotik yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan munculnya penyakit kanker
  • Mutagenic effect adalah antibiotik dapat menimbulkan mutasi bagi mikroorganisme seperti bakteri.
  • Resinten antibiotik adalah individu menjadi kebal terhadap antibiotik tertentu. Sehingga kal sakit dan diberikan antibiotik jenis itu maka tidak akan berefek.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "PEMBERIAN HATI AYAM PADA HEWAN PELIHARAAN (ANJING DAN KUCING)"

  1. Apakah hati ayam itu aman untuk dikonsumsi manusia setiap hari?

    ReplyDelete
  2. bagaimana ciri2 hati "tidak sehat" itu? Hati seperti apakah yang aman diberikan kepada anjing? Lalu pemberian hati ayam apakah bisa dilakukan setiap hari?

    ReplyDelete

semoga bisa bermanfat.