CERITA IMPROLIN-G DI BATAM

Para pembaca sekalian, kali ini saya akan sedikit berbagi cerita tentang keberhasilan salah satu peternak di Batam, Provinsi kepualauan Riau yang telah merasakan manfaat Improlin-G. Beliau adalah Ibu Meike, yang merupakan seorang wanita cerdas serta ulet. meskipun beliau tergolong pemula dalam usaha ini namun kemauan beliau untuk menambah ilmu dan pengalaman  membuat beliau layaknya peternak yang sangat berpengalaman.
Awal perkenalan saya dan bu Meike adalah ketika beliau mencoba salah satu produk penghilang bau kandang milik kami yaitu Protexol. Merasa cocok dengan produk tersebut bu Meike pun ingin memcoba produk peternakan Kami yang lainnya yaitu Improlin-G.
Penggunaan Improlin-G di peternakan bu Meike di dasari banyaknya kasus kematian pada broiler milik beliau yaitu yang paling banyak pada usia 21 hari. Padahal para pembaca tau sendiri, bahwa pada umur itu ayam sudah menghabiskan pakan yang lumayan banyak. bayangkan saja, berapa banyak kerugian yang harus ditanggung bu meike jika setiap periode kematian yang terjadi sekitar 10% dari total populasi 30.000 ekor. Setiap ayam memasuki umur 21 hari, bu Meike dan para karyawan selalu dihantui kekhawatiran akan kematian broilernya. Menurut keterangan bu Meike ternyata hal ini tidak hanya terjadi pada farm milik beliau, tetapi juga terjadi pada farm-farm lainnya di Batam.
Setelah mendengarkan keluahan bu Meike, kami menyarankan bu Meike untuk menggunakan produk kami yaitu Improlin-G. Penggunaan Improlin-G di Farm bu Meike disesuaikan dengan kondisi farm beliau, yaitu pemberian Improlin-G diberikan selama 4 jam/ hari dengan dosis 1ml/litter air.
Setelah penggunaan Improlin-G, hasil yang mengejutkan dan menggembirakan dirasakan oleh bu Meike. Masa-masa kritis memasuki umur 21 hari terlewatkan dengan baik. kematian menurun drastis dari 10% menjadi 3% (terjadi penurunan 7%). Hasil yang luar biasa tentunya. Akan tetapi, sebebnarnya hasil tersebut masih dapat ditingkatkan karena ternyata, Improlin-G tidak diberikan secara penuh oleh anak kandang. Jatah Improlin-G untuk ayam 1 periode ternyata tidak habis, masih tersisa 1 box penuh Improlin-g yang belum terpakai. Itu artinya, pencapaian yang sekarang ini masih bisa lebih ditingkatkan lagi. Selain itu, tingkat kematian yang tinggi ternyata justru terjadi pada 1 minggu pertama. Ini artinya ada yang tidak beres dengan managemen brooding/ managemen pemanasan DOC. Jika managemen brooding bisa diperbaiki dan pemberian improlin-G bisa sesuai dosis yang telah di tetapkan maka InsyaAllah hasilnya bisa lebih baik.
Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi bagi peternak sekalian yang ingin mencoba. Jangan kuatir untuk mencoba, Kami meberikan garansi 100% uang kembali jika ternyata hasilnya tidak memuaskan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "CERITA IMPROLIN-G DI BATAM"

Post a Comment

semoga bisa bermanfat.