BAGAIMANA SET UP HATCHERY

BAGAIMANA SET UP HATCHERY

Industri perunggasan terus melaju dengan cepat. Pun,demikian dengan industri pembibitan ayam ras sebagai sebuah mata rantai dalam industri perunggasan. Laju perkembangan pembibitan itu tercermin dari banyaknya perusahaan pembibitan yang melakukan ekspansi dengan menambah kapasitas produksi atau munculnya perusahaan baru yang masuk ke sektor ini.
Tak bisa dipungkiri, kualitas Day Old Chick (DOC) yang baik merupakan titik awal dari industri perunggasan agar berjalan dengan optimal. Untuk mendapatkan DOC dengan kualitas terbaik dimulai dari pengelolaan saat di breeding farm hingga ditetaskan di hatchery.



Peran hatchery tak kalah penting, karena sebagai hilir dari industri pembibitan yang akan menetaskan telur menjadi DOC. Untuk itu, Set up Hatchery harus dilakukan dengan benar. Mulai dari pemilihan lokasi hatchery,pemilihan mesin tetas,perlakuan telur tetas, hingga proses penetasan dan pengiriman DOC.
Pemilihan lokasi hatchery merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Karena layaknya sebuah perusahaan di mana memiliki aktivitas produksi yang mungkin dapat mengganggu masyarakat sekitar. Alhasil lokasi hatchery yang jauh dari pemukiman penduduk menjadi pilihan.
Transportasi yang mendukung tak kalah penting, karena DOC harus sesegera mungkin didistribusikan kepada peternak. Hatchery yang jauh di pelosok sementara transportasi jalan tidak mendukung tentu akan menyulitkan operasional. Lokasi hatchery juga jangan berada di tempat ketinggian karena ketersediaan oksigen yang cukup sangat dibutuhkan oleh DOC yang baru menetas. Selainitu, ketersediaan listrik dalam jumlah besar serta air yang cukup,minimal 150 l/detik juga point yang harus diperhatikan.
Telur tetas atau hatching egg yang masuk ke hatchery melalui proses seleksi yang sesuai standar yaitu dalam hal berat telur, kebersihan dan kondisi kulit telur. Seleksi ketat berat telur diperlukan untuk menghasilkan keseragaman berat DOC selainjuga sesuai dengan standar SNI, yaitu berat DOC minimal 37 gram. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pemisahan besar kecil telur tetas untuk mendapatkan keseragaman yang baik.
Pada penggunaan mesin tetas, para pembibit sering menggunakan dua jenis, yaitu multi stage dan single stage.Kedua jenis itu memiliki sistem yang berbeda, yaitu multi stage memiliki proses pemasukan telur ke mesin tetas dilakukan secara step by step. Telur yang pertama kali masuk, telur itulah yang pertama kali menetas. Sedang untuk single stage hanya sekali masuk, baik yang berkapasitas kecil maupun besar.
Pada perkembangan selanjutnya, para pengusaha pembibitan sudah beralih ke mesin tetas single stage. Tren single stage itu terjadi demi memenuhi tuntutan dari perkembangan genetik ayam modern.Tujuan utamanya adalah untuk mencapai keseragaman sehingga dapat menghasilkan ayam berkualitas yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan yang lebih baik.
Dengan menggunakan inkubator  single stage,lingkungan dapat dikontrol dengan baik selama proses inkubasi berlangsung. Tak kalah pentingnya, DOC yang dihasilkan lebih sehat, seragam dan kuat.Tahap selanjutnya adalah proses pasca penetasan berupa vaksinasi dan pengemasan DOC dalam boks karton yang sudah disediakan. Sedang bagian akhir berupa distribusi yang membutuhkan kelancaran lalu lintas. Sebagian perusahaan memilih tempat yang memudahkan transportasi dan sebagian yang lain rela untuk mendekatkan usaha merekake wilayah konsumen agar permasalahan transportasi bukan menjadi kendala. Sebab, aspek kemacetan seringkali tidak mampu untuk diperhitungkan dengan baik. Sedang tuntutan konsumen ingin mendapat DOC  yang segar, fresh from hatchery.

Semoga Bermanfaat

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BAGAIMANA SET UP HATCHERY"

Post a Comment

semoga bisa bermanfat.