MEMELIHARA PUYUH FASE BERTELUR

 MEMELIHARA PUYUH FASE BERTELUR

Puyuh (Coturnix-coturnix japonica) dikenal juga dengan nama Gemak dalam bahasa Jawa. Puyuh berbeda dengan jenis unggas lainnya, karena tidak mempunyai ekor, berukuran pendek, tubuh kecil serta memiliki kaki yang kuat. Puyuh tidak dapat terbang dalam waktu lama namun dapat berlari kencang.
Burung puyuh pertama kali diternakkan di Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Di Indonesia, masyarakat mengenal puyuh sebagai hewan liar karena hidup berpindah-pindah di hutan, persawahan, kebun maupun ladang di pedesaan. Puyuh bisa hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan suhu ideal 24 – 300C dengan kelembaban 85%.
Di Indonesia peternakan puyuh mulai dikembangkan setelah dilakukan impor puyuh sekitar tahun 1979 dan peternakan puyuh mulai menyebar ke beberapa daerah. Puyuh jantan dan betina dibedakan dari warna bulunya, yaitu untuk puyuh jantan dewasa berwana hitam sedangkan puyuh betina berwarna coklat dan terdapat totoltotol di dadanya. Bobot badan puyuh jantan lebih ringan dari puyuh betina, yaitu 117 gram/ekor sedangkan puyuh betina dapat mencapai 143 gram/ekor.
Beternak puyuh mudah dilakukan karena tidak memerlukan lahan yang luas dan dapat dipelihara dalam skala kecil. Beternak puyuh skala kecil dapat dikerjakan sendiri tanpa memerlukan pegawai karena hanya membutuhkan waktu 1 jam sehari yaitu untuk membersihkan kandang, memberi makan dan memanen telur.
Memelihara puyuh terbagi 3 periode yaitu periode starter, grower dan periode layer. Pada tulisan ini dibahas khusus periode layer atau periode bertelur. Periode bertelur merupakan masa yang ditunggu oleh peternak karena puyuh yang sudah dipelihara mulai dari umur sehari tiba saatnya untuk bertelur dan peternak mengharapkan memperoleh telur yang dapat dijual. Masa ini, hal yang perlu diperhatikan adalah memberi pakan yang cukup dan menjaga kebersihannya. Puyuh mulai bertelur pada umur 6 minggu atau sekitar 42 hari dan terus mencapai puncaknya hingga masa diafkir.
Siapkan kandang
Layaknya kandang unggas komersial, pada puyuh pun demikian. Kandang dibersihkan dan kemudian disterilkan dengan menggunakan desinfektan sebelum puyuh dimasukkan ke dalam kandang. Pakan dan minum sediakan dalam jumlah cukup serta siapkan juga tempat untuk menampung puyuh bertelur. Kandang puyuh bisa menggunakan model kandang boks, kandang baterai bertingkat miring atau kandang baterai bertingkat lurus. Kandang bisa dibuat dari bahan yang sederhana yaitu dengan kayu atau bambu sedangkan jika ingin lebih modern dan biaya tersedia bisa menggunakan kandang baterai bertingkat dengan kerangka besi.
Ada peternak yang memelihara puyuh dari mulai starter tetapi ada juga yang membeli puyuh pullet atau umur 30 hari. Hal ini dengan tujuan agar lebih segera memanen hasil karena puyuh pullet tidak dalam waktu lama akan bertelur. Jika ingin membeli puyuh pullet maka perhatikan beberapa hal yaitu kesehatan dan produktivitasnya. Puyuh yang sehat terlihat dari geraknya yang lincah, bulu mengkilap serta mata yang jernih. Puyuh yang berproduksi tinggi akan terlihat dari kloakanya yang basah.
Agar puyuh bisa nyaman dalam berproduksi, maka jumlah puyuh dalam 1 kandang jangan terlalu padat juga jangan terlalu longgar. Jika terlalu padat, puyuh akan berdesak-desakan, sirkulasi udara kurang bagus dan bisa menimbulkan kematian. Jika terlalu longgar pun juga tidak baik karena tidak efisien. Idealnya dalam satu kandang cukup dengan populasi 40 ekor.

Nutrisi yang cukup
Pada fase bertelur pakan yang diberikan bisa berupa pakan buatan sendiri atau buatan pabrik. Yang perlu diperhatikan adalah kecukupan nutrisinya untuk kebutuhan puyuh dewasa. Pakan puyuh setidaknya memenuhi 8 jenis nutrisi yaitu energi metabolisme, protein kasar, lemak kasar, air, serat kasar, abu, kalsium dan fosfor.
Pemberian pakan harus dalam jumlah yang cukup dan tersedia terus menerus. Pada masa bertelur kebutuhan puyuh akan pakan sekitar 22,77 gram/ekor/hari atau 159,39 gram/ekor/minggu.
Pakan cukup diberikan 1 kali sehari yaitu di pagi hari. Pakan yang disukai dalam bentuk mash dan diberikan pada tempat yang terletak di luar kandang. Peternak harus efisein dalam pemberian pakan, artinya pakan jangan sampai berceceran karena harga pakan saat ini mahal dan harganya naik terus. Satu hal yang harus diperhatikan, bahwa letakkan kawat ram di atas tempat pakan. Hal ini bertujuan untuk mencegah pakan tumpah serta juga memudahkan puyuh ketika mengambil pakan.
Air minum dapat diberikan sebanyak 2 liter per hari per 40 ekor dengan menggunakan nipple atau galon. Tempat minum diletakkan di luar kandang agar tidak membasahi kotoran. Air minum harus segar dan berkualitas baik artinya tidak mengandung bakteri E.coli dan bebas logam berat. Jaga kebersihan air minum dengan membersihkan tempatnya setiap hari.
Puyuh dalam fase bertelur diharapkan produksinya dapat stabil atau di atas 80% dan berkualitas baik. Untuk itu kandang juga harus dijaga sirkulasi udaranya serta berada pada suhu dan kelembaban optimal. Yang terpenting juga adalah pencahayaan di dalam kandang karena akan merangsang puyuh untuk makan dan minum dan merangsang hormon FSH (follicle stimulating hormone). Puyuh akan menghasilkan telur dalam jumlah optimal jika diberi cahaya selama 24 jam. Untuk itu, kadang harus diberi cahaya ketika malam hari dengan menggunakan lampu/bohlam berdaya 25 watt setiap 3 unit kandang. Sedangkan siang hari pencahayaan didapatkan dari sinar matahari.

Menjaga kesehatan
Dalam masa bertelur, hal yang tak kalah penting adalah menjaga kesehatan puyuh agar terhindar dari serangan penyakit. Untuk itu, ketika terlihat ada puyuh yang sakit, segera pindahkan ke kandang karantina agar tidak menulari puyuh yang lain. Sementara untuk puyuh yang mati, segera ambil dan musnahkan dengan cara dikubur dan dibakar.
Berikan vaksin ND Lasota melalui air minum setiap dua bulan dan diulang secara berkala. Untuk 1.000 ekor puyuh dibutuhkan 1.000 dosis vaksin ND yang dicampur dengan 100 gram susu skim tanpa lemak dan air bersih 12,5 liter. Sebelum diberi campuran ini puyuh dipuasakan selama 2 jam agar ketika diberi campuran vaksin dan susu ini langsung mau meminum.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MEMELIHARA PUYUH FASE BERTELUR"

Post a Comment

semoga bisa bermanfat.