Pentingnya Kontrol Kualitas Pakan

Pentingnya Kontrol Kualitas Pakan
 
 

Pakan menjadi sebuah bagian penting dalam industri peternakan ayam. Keberadaan pakan bagi kendaraan bermotor bagaikan bahan bakarnya. Jika bahan bakar ini tersedia dengan baik maka roda industri peternakan ini akan berjalan dengan baik pula. Untuk mengetahui baik atau tidaknya kualitas pakan, maka perlu diuji kualitasnya.
Sebagai langkah antisipatif untuk kontrol kualitas pakan, semenjak masih berstatus bahan baku sebaiknya dilakukan sejumlah pengujian seperti uji : fisik (mikroskopis), kimia (analisis kimia), kombinasi keduanya, serta lebih lanjut bisa dengan melakukan pemeriksaan secara biologis. Parameter uji yang umum dilakukan dalam rangka kontrol kualitas bahan baku pakan adalah: kadar air, abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, kalsium dan fosfor total. Salah satu yang seringkali menjadi incaran untuk pemalsuan adalah kadar protein, hal ini bisa dipahami sebab sumber protein merupakan sumber bahan pakan dengan harga yang cenderung mahal.
Pada prakteknya, protein merupakan senyawa biokimia kompleks yang terdiri atas polimer asam-asam amino dengan ikatan-ikatan peptida. Setiap monomer asam amino mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan sebagian belerang. Ada 20 asam amino yang dibutuhkan tubuh, 10 di antaranya dapat disintesis tubuh, sedangkan 10 asam amino lainnya merupakan asam amino esensial yang harus disediakan dari luar tubuh. Protein diperlukan tubuh untuk mempertahankan hidup pokok dalam menjalankan fungsifungsi sel dan produktivitas, seperti pertumbuhan otot, lemak, tulang, telur, dan semen.
Parameter uji ini adalah pengujian mutu pakan secara kasar yang prosedurnya mengacu pada metode Association of Official Analytical Chemists (AOAC) atau Standar Nasional Indonesia (SNI). Atau bisa juga dengan menggunakan Metode Near Infrared (NIR) adalah salah satu alternatif cara menguji yang cepat dan murah. Dalam prakteknya, metode ini tanpa bahan kimia dengan sampel yang telah digiling pada ukuran partikel 0.75 mm. Kelemahan metode ini adalah tidak dapat langsung digunakan, tetapi terlebih dahulu dilakukan kalibrasi dan validasi NIR. Metode NIR dapat diterapkan untuk pengujian, apabila telah dilakukan uji banding dengan metode kimia. Untuk itu perlu dilakukan suatu pengkajian agar metode NIR ini valid dan dapat digunakan dalam pengujian mutu pakan.
Selain itu, perlu diwaspadai juga adanya penurunan kualitas bahan baku dapat terjadi karena penanganan, pengolahan atau penyimpanan yang kurang tepat. Kerusakan dapat terjadi karena serangan jamur akibat kadar air yang tinggi, ketengikan dan serangan serangga. Kontrol kualitas bahan baku harus dilakukan secara ketat saat penerimaan dan penyimpanan. Pemilihan dan pemeliharaan kualitas bahan baku menjadi tahap penting dalam menghasilkan pakan yang berkualitas tinggi. Kualitas pakan yang dihasilkan tidak akan lebih baik dari bahan baku penyusunnya.
Bahan baku berupa tepung sumber protein akan memerlukan bentuk penanganan dan penyimpanan yang berbeda dengan bahan berupa tepung sumber lemak. Demikian pula dengan bahan baku berupa tepung akan berbeda penanganannya dengan bahan baku berupa cairan. Selain itu, bentuk fisik dan kandungan nutrien dari bahan baku juga akan mempengaruhi dalam persiapan (teknik pengolahan bahan baku) dalam pencampuran pakan.
Selanjutnya adalah kontrol pada saat produksi berlangsung, peran penerapan standar prosedur dari ISO dan GMP sangat besar untuk melakukan kontrol terhadap kualitas pakan, bahkan bisa juga ditingkatkan pada penerapan HACCP saat melakukan proses produksi.
Pada awalnya penerapan seperti itu memang terkesan hanya pada produk-produk yang akan dimakan oleh manusia. Namun, hal itu bukanlah sebuah keputusan yang benar. Sebab, penerapan sistem itu pada produk yang akan dimakan oleh hewan ternak adalah sebuah keharusan. Sebab, dengan penerapan itu maka akan memberikan jaminan pada sejumlah ternak bahwa makanan yang mereka makan adalah aman untuk dikonsumsi.
Kontrol selanjutnya adalah saat melakukan penyimpanan dari pakan yang sudah diproduksi agar tetap aman, tidak menimbulkan sejumlah masalah baru. Jamur adalah salah satu masalah yang kadang timbul saat penyimpanan, adanya jamur ini lebih disebabkan oleh kondisi dari tempat penyimpanan yang cenderung lembab. Oleh karena itu, memastikan kondisi gudang penyimpanan pakan dalam kondisi kering adalah sebuah keharusan. Penambahan sejumlah obat-obatan anti jamur yang ditambahkan pada pakan dapat membantu melakukan kontrol terhadap jamur.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pentingnya Kontrol Kualitas Pakan"

Post a Comment

semoga bisa bermanfat.