Closed House System untuk Efisiensi Produksi Peternakan Ayam

Closed House System untuk Efisiensi Produksi Peternakan Ayam
 
 
 
Akhir-akhir ini sangat sering terjadi kondisi di mana kita menghadapai masalah ketidakefesiensian di dalam mengelola usaha peternakan ayam. Sedangkan efesiensi usaha peternakan ayam adalah efesiensi dalam menentukan jumlah ayam yang akan dipelihara dan pada pilihan sistem kandang serta sistem peralatan yang akan kita gunakan.
Dengan closed house dan pemakaian peralatan otomatis, maka tidak hanya sasaran efisiensi terhadap variabel produksi yang dapat kita tingkatkan, namun lebih dari itu kita mampu mengendalikan dan menciptakan lingkungan ideal dalam kandang, meningkatkan produktivitas ayam, serta menciptakan usaha peternakan ayam yang ramah lingkungan.
Berdasarkan hal ini, maka pertama kali kita harus melakukan pilihan sistem kandang tertutup dan pemakaian peralatan otomatis dengan pihak supplier yang memang telah terbukti memiliki kualitas dan pengalaman serta memiliki chain supply peralatan yang mudah dan terlengkap serta kemampuan teknis dalam memberikan bimbingan dan solusi terhadap pemakaian sistem itu sendiri. Sehingga dalam membeli peralatan tersebut kita sudah membeli suatu sistem dan tidak dalam bentuk barang maupun spareparts agar kita tidak dihadapkan hanya dengan kesibukan dalam mengatasi kekurangan sistemnya ataupun masalah-masalah teknis operasional yang dianggap rumit.
Sistem closed house merupakan sistem kandang yang mampu mengeluarkan kelebihan panas, kelebihan uap air, gas-gas yang berbahaya seperti CO, CO2 dan NH3 yang ada dalam kandang namun di sisi lain dapat menyediakan berbagai kebutuhan oksigen bagi ayam. Dalam hal ventilasi, maka kandang dengan model sistem tertutup ini mampu meminimalkan pengaruh lingkungan yang buruk terhadap ayam dan mengendalikan mikro maupun makro ventilasi dengan mengedepankan produktivitas dan potensi genetik yang dimiliki ayam.
Selanjutnya untuk menghindari kegagalan dalam sistem kandang tertutup perlu diperhatikan dalam hal desain kandang yang mengikuti standar closed house, memahami manajemen kandang tertutup dan perawatan peralatan kandang serta full system. Dalam hal ini pemilihan supplier peralatan sangat terkait kualitas dan kapasitas peralatan. Karena peralatan yang akan digunakan memerlukan spesifikasi dan perhitungan yang tepat, guna menghindari masalah di kemudian hari.
Pada ayam petelur, sistem kandang tertutup dan peralatan otomatis terbukti mampu meningkatkan performa produksi dan kualitas telur. Kualitas telur yang dihasilkan warnanya coklat seragam, kerabang telur cukup keras, keretakan telur cukup rendah, warna kuning telur cerah, bentuk kuning telur cembung, dan putih telur cukup kental bila dibandingkan dengan telur yang dihasilkan ayam petelur dengan sistem terbuka. Terkait performa produksi, tampak bahwa efek pemberian pakan secara otomatis jauh menghemat biaya pakan, hal ini bisa terjadi hanya karena pakan yang sampai ke mulut ayam dalam jumlah dan waktu yang lebih seragam, tidak adanya atau minimnya pakan terbuang karena terjatuh atau tercecer saat pendistribusian pakan. Selain itu, efek dari terpenuhinya jumlah pakan dan waktu distribusi yang lebih seragam secara kumulatif memberikan benefit terhadap terpenuhinya kebutuhan gizi ayam sehingga berefek terhadap berat telur dan persentase produksi yang dihasilkan.
Dan hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa peternak ayam petelur di daerah Jawa Barat yang sudah menerapkan sistem pemeliharaan dengan sistem kandang tertutup dan peralatan otomatis.
Efisiensi produksi akan tercapai dengan pilihan sistem kandang dan peralatan yang digunakan, bukan disesuaikan dengan keinginan peternak. Ini untuk memperhitungkan kenyamanan ayam yang dipelihara agar dapat menampilkan pontesi genetikanya berupa daging dan telur sesuai standar

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Closed House System untuk Efisiensi Produksi Peternakan Ayam "

Post a Comment

semoga bisa bermanfat.